Thursday, October 4, 2012

Muhasabah lalu "Iqro"


Hanya sesuatu yang tiba tiba melintas …….

            Muhasabah (koreksi diri) itu sangatlah penting untuk menuju kepada perubahan. Baik perubahan secara pribadi atau menyebar keluar, ke lingkungan. Karena untuk bisa merubah suatu kondisi yang buruk, maka kita harus mulai dari diri sendiri. Merubah sikap .
            Seketika terpikirkan dengan adanya orang-orang yang ahli dalam bidang “membaca kondisi seseorang” seperti ahli psikologis, sosiologis, antropologis, dan logis-logis yang lainnya. Konon, katanya, mereka-mereka itu telah mengkaji  kondisi suatu masyarakat, baik secara sempit seperti dalam kampung mereka ataupun secara luas, seperti dalam hal bernegara.  Kemudian, hasil penelitian dan juga kajian mereka itu, dipelajari oleh banyak orang, di berbagai Negara, dan menjadi salah satu kajian khusus tersendiri di negara kita di beberapa universitas .
            Adanya beberapa orang yang ahli dalam seperti yang saya sebutkan diatas, saya jadi menduga-duga , jangan-jangan hanya sedikit manusia yang mau berpikir dan instropeksi diri. Sehingga orang-orang yang konon katanya ahli itu muncul di tengah-tengah masyarakat. Mereka meneliti kehidupan masyarakat, keganjalan-keganjalan yang ada, menelitinya, mencari factor-faktornya, baik internal ataupun eksternal. Lalu kemudian munculah istilah-istilah ilmiyah dan juga pola-pola dengan nama yang terdengar asing di telinga kita.
            Mungkin dalam disiplin ilmu sosiologi, kita pernah mendengar istilah deviasi social  yang artinya penyimpangan social. Terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang/kelompok dalam suatu komunitas masyarakat -(bener gak ?). Ya seperti yang saya bilang tadi, mungkin karena kurangnya instropeksi diri sendiri sehingga muncul orang-orang yang berinisiatif untuk mengoreksi orang lain.
            Kurangnya instropeksi diri pada seseorang, bisa saja menyebabkan dia tidak sadar kalau dia telah berbuat salah atau berbuat hal yang ganjil di lingkungannya, sehingga menimbulkan penyimpangan social.
            Nabi Muhammad adalah tokoh yang paling berhasil merubah kondisi masyarakat, baik dari pola pikir dan juga perilaku masyarakat pada waktu itu, masyarakat arab, yang konon bisa disebut juga sebagai masyarakat jahhiliyyah. Di tengah-tengah kejahiliyyah-an masyarakat arab itu, ada seorang Nabi, utusan dari Tuhan Segala Makhluk, Allah.
            “Iqro” ,bacalah ! Itu wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad saat beliau sedang berkhalwat di gua hira. Di tengah-tengah perilaku masyarakat jahiliyyah itu ,Nabi merenung, menyendiri di gua hira yang kemudian turunlah titah tersebut,”iqro” !
            



Description: Mamang Ojan Rating: 4.5

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan komen .......