Dlm sebuah acara reuni, beberapa alumni Univesitas Barkeley, california menjumpai dosen kampus mereka dlu.Melihat para alumni tsb ramai2 membicarakan kesuksesan mereka, profesor tsb sgr ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yg berbeda-beda. Mulai dari cangkir yg terbuat dr kristal, kaca, melamin dan plastik. Profesor tsb menyuruh para alumni untk mengambil cangkir & mengisinya dgn kopi.
Hidup kita seperti kopi dlm analogi tsb di atas,sedangkan cangkirnya adlh pekerjaan, jabatan, dan harta benda yg kita miliki. Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting. Jgn berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, karier yg bagus & pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yg sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh “Apa yg ada di dalam” bukan “Apa yg kelihatan dari luar”. Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tdk pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal.
“Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.”
sumber : http://zoom-indonesia.com/blog/component/k2/item/793-filosofi-cangkir-kopi-dan-tuhan.html
Published with Blogger-droid v2.0.4
Description: filosofi kopi, kopi,
Rating: 4.5


